Cerdas !Mengingat Mati

Tulisan Teratas untuk all hari berakhir 2008-10-22 (Diringkas)

Posted by: adityanurbaskoro on: Oktober 22, 2008

Summarize: All Time

Judul Tampilkan  
59 Fadhilah atau Keutamaan Dzikir 166 More stats
Muzakaroh 6 Sifat Shahabat 161 More stats
Detik Kewafatan Rasullullah SAW 96 More stats
Allah Menolong Hamba-Nya Yang Taat dan B 88 More stats
“Kampung Ladang” BAG 2 78 More stats
Allah Tempat Bergantung Seluruh Makhluk 48 More stats
Setiap Perbuatan Pasti Dibalas Oleh Alla 46 More stats
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab 45 More stats
Pertolongan yang tak disangka 42 More stats
” RATU BIDADARI “ 40 More stats
Kampung Ladang 38 More stats
Taubat Nasuha 38 More stats
Tujuan Akhir 33 More stats
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab 30 More stats
Insya Allah 27 More stats
Beberapa Pesan Rasulullah kepada Mu’adh 22 More stats
Tinggalkan Sifat Dengki, Meraih Surga 22 More stats
TERJEMAH AL IKHLAS 21 More stats
Allah Penguasa Alam Semesta 21 More stats
Gurau dan canda Rasulullah SAW 20 More stats
Tanggung Jawab 20 More stats
Maksud Penciptaan 15 More stats
Allah Maha Kuasa 13 More stats
TERJEMAH SURAH AN NAHL 72 -103 12 More stats
PERKARA YANG PALING PENTING ADALAH IMAN 12 More stats
Welkam egein mai frens….!!!!! 11 More stats
BLOG TEMPLATE 11 More stats
Abdullah bin Abbas Bercerita 10 More stats
Matahari Ditahan Terbenam Untuknya Karen 10 More stats
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab 10 More stats
About 9 More stats
DUNIA LADANG BAGI AKHIRAT 9 More stats
Ya Allah…. 8 More stats
SHOUTBOX 7 More stats
Masya Allah! 7 More stats
Rasulullah SAW dan Pengemis Yahudi Buta 7 More stats
SEKEDAR RENUNGAN 6 More stats
Mereka itu Berjalan Kaki di Atas Permuka 5 More stats
Keputusan adalah kepunyaan Allah SWT 5 More stats
Keputusan adalah kepunyaan Allah SWT BAB 4 More stats
Dan Umar pun Menangis….. 4 More stats
Kiyai dan Ayam 4 More stats
Perjalanan 4 More stats
TERJEMAH AL MUDDATSTSIR 4 More stats
Hello world! 3 More stats
Insya Allah 3 More stats
Tinggalkan Sifat Dengki, Meraih Surga 3 More stats
Membangun Kekuatan 2 More stats
Man A’jabal Khalqi Imanan 2 More stats
Bismillah 2 More stats
Keputusan adalah kepunyaan Allah SWT BAB 2 More stats
Surat Umar bin Khathab ra. 2 More stats
Surga 1 More stats
Sebab Kemenangan 1 More stats
Kelembutan 1 More stats
Sebab Kemenangan 1 More stats
Pengakuan dan rasa memiliki 1 More stats
BERWAJAH TAMPAN 1 More stats
TERJEMAH SURAH AN NAHL 49 -71 1 More stats
gambaran pikiran 1 More stats

BOCAH MISTERIUS

Posted by: adityanurbaskoro on: Oktober 22, 2008

 

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang.

Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.

Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak
remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini
bagi orang kampung sungguh menyebalkan.
Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda
dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya
memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.
Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap
dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat
diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila
orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa!
Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan
puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar
dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja
menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa,
karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu
ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung
mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah
kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan
bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan
roti isi daging tersebut.
Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian
dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.
Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya
akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat
mundur semua orang yang akan melarangnya.

************ ********* **

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah
itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda
zuhur, anak itu akan muncul secara misterius.
Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama
dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan
es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang
lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es
kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain
menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya. Cuma,ya itu tadi,bukannya
takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot,
seakan-akan matanya akan keluar Luqman.

“Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali
mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya.
Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian,
ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.
Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga
akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya
bocah itu.

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi
mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun
menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu,
dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan
tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang
melihatnya.

“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan
menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan
saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman,
seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang
kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada
Luqman.
“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan
puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu,
bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya
ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang
dengan tingkahmu itu..”

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan
uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah
itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman
lebih tajam lagi.
“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami
semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal
ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan
kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan
pada sebelas bulan diluar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami
yang kelaparan, dengan menimbun harta
sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan
melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila
sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian
mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga
kematian menjemput ajal..?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran
waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib
terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian..!?”

Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi
kesempatan pada Luqman untuk menyela.
Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia
berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk,
kini ia bersuara lirih, mengiba.
“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa
ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya
bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa
kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang
siang saja.

Dan ketahuilah juga, juatru Tuan dan orang-orang
di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami
dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu
kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam
mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi
banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya
denga istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di
saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun
hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah
yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali
termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya
lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap
orang-orang kecil seperti kami…!

Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara
berlebih?

Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan
orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan
melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di
sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta,
tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan
adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih
menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap
kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun,
jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah
menyatu dengan bumi kelak…”

************ ********* *

Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan
hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari
mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.
Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut
adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini
bukanlah bocah sembarangan.

Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu,
bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang
dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak
ditelan bumi.
Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah
hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia
edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa
dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.
Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua
orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng
bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran
didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu
keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah
menghilang!

Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar
langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan
bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak
masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk
akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang
dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan
pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan
orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang
tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka
yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa
seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang
sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali
menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan
membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang
berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan
terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan,
sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan
lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah
memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau
menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau
dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan
kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus
menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua
orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya
orang.
Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa
saja yang menghendaki bercahayanya hati.

Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir.
Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya,
selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan
tudingan-tudingan yang memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada
seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia
salah.

“Kampung Ladang” BAG 2

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 30, 2007

Sambungan dari “Kampung Ladang” kemarin

Seperti biasa selepas shalat shubuh berjamaah diadakan ceramah agama mengenai pentingnya iman dan amal shaleh yang biasa di sampaikan oleh Pak Bayan…………….

Assalammualaikum Wr Wb…Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam, yang mana pada hari ini kita masih diizinkan untuk hadir kerumahNya untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dan Allah telah beri kesempatan kepada kita untuk dapat duduk di majlis yang mulia ini…..saudara – saudara yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. mempunyai malaikat

yang ditugaskan mencari majlis zikir. apabila mereka menjumpainya, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir (mengingat Allah/ majlis yg didalamnya membuat kita ingat kepada Allah ) itu serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang mengelilingi majlis zikir itu dengan sayap-sayapnya sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Allah berfirman, “Apakah mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab, “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.” Allah berfirman, “Bagaimana kalau mereka melihat Aku?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.”

Allah s.w.t. berfirman, “Apa yang mereka minta?” Para malaikat berkata, “Mereka memohon surga kepada-Mu.” Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, “Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.” Allah s.w.t. berfirman, “Bagaimana kalau mereka melihatnya?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.”

Allah s.w.t. berfirman, “Pada apa mereka memohon perlindungan?” Para malaikat berkata, “Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.” Allah s.w.t. berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.” Allah s.w.t. berfirman, “Kalian Aku jadikan saksi bahawa Aku telah mengampuni mereka.”

Malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, di antara mereka ada seorang zalim yang kebetulan duduk bersama mereka, tapi tidak termasuk dalam golongan mereka.” Allah berkata, “Aku pun telah mengampuninya. Orang yang duduk dengan orang-orang dzikir ini tidak akan disiksa.” (Muslim, at-Tirmidzi, al-Hakim).

Saudara – saudara yang dimuliakan Allah SWT, banyak sekali sekarang ini terdapat tempat tempat pembangun tubuh, bagaimana agar tubuh ini menjadi terlihat besar , kuat , sehat dan indah, ramai sekali dikunjungi oleh para pemuda maupun yg sudah dewasa, mereka tahan seharian berada disana dengan maksud dan tujuan yang hampir sama yaitu agar tubuhnya terlihat gagah dan kuat sampai rela meninggalkan shalat , padahal hadirin yang mulia jasad ini akan hancur dimakan ulat , sekuat apapun dan sebesar apapun tubuh kita maka apabila ruh ini sudah dicabut, habis sudah dikubur dimakan belatung dan dimakan ulat – ulat didalam kubur tidak berguna sama sekali menghadapi fitnah kubur apalagi menghadapi dashyatnya mashyar, yang akan menyelamatkan kita ini adalah indah dan bagusnya hati dan amal perbuatan kita “Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupa dan tubuh kamu dan tidak pada harta kamu, tetapi Allah memandang hati dan amal kamu” (HR.Muslim).

Kita lihat Baca entri selengkapnya »

Kampung Ladang

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 29, 2007

Cerita ini hanyalah rekaan, apabila ada kesamaan tempat atau nama dalam cerita ini adalah sebuah kebetulan belaka. Adapun isinya mudah2 an membawa manfaat untuk penulis dan pembacanya.

Nun jauh disana terdapat perumahan sederhana yang asri, walaupun tidak nampak bangunan bangunan mewah namun lingkungannya membuat hati siapa saja yang datang kesana terasa nyaman dan aman. Apa yang menyebabkan kampung itu begitu mengesankan, siapa penghuninya dan apa nama perumahan tersebut? Mari kita telusuri……

“Kampung ladang”, ya begitulah perumahan tersebut dinamakan , kampungnya sangat bersih serta banyak sekali tanaman – tanaman hijau yang sengaja dirawat oleh para penduduk yang tinggal disana sehingga membuat udara disana terasa sejuk sekali. Suasana yang tenang sangat menyejukkan batin, paling hanya terdengar suara suara alami seperti gemerisik dahan dahan yang bersentuhan tertiup angin serta suara suara serangga yang membawa pikiran kita ke suasana pedesaan yang berbeda sekali dengan suasana perkotaan yang keras, dan tidak hanya itu, yang paling membuat sejuk mata dan hati adalah para penduduknya sendiri yang ramah dan bersahaja. Raut wajah yang syahdu bershahabat ditambah lagi sorot mata yang redup ramah dan senyuman yang tulus setiap bertemu dengan sesamanya, serta tampak bekas – bekas wudhu yang bagaikan make up memancar di setiap wajah penduduk kampung ladang tersebut. Ucapan salam pun pasti terdengar bilamana sesama penduduk kampung tersebut berjumpa baik di rumah maupun dijalan – jalan, ”assalammualaikum Wr Wb ( Semoga keselamatan, rahmat dan barokah Allah selalu menyertai anda”) sebagaimana

Rasulullah SAW dalam satu hadisnya pernah bersabda, ”Maukah aku tunjukkan satu praktik yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?

Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Bukhari-Muslim).

Subhanallah, kampung idaman setiap muslim, siapapun yang mendengar pastilah ingin menjadi bagian dari kampung tersebut.

Dunia adalah ladang yang terbentang luas untuk menanam amal amal baik untuk di panen nanti di akhirat, itulah yang menjadi dasar dinamakannya ” kampung ladang ”, kampung adalah tempat tinggal dan ladang adalah tempat bekerja, jadi didalam manusia yang tinggal di kampung itu ibarat manusia yang tinggal di dunia dan senantiasa beramal baik untuk akhirat kelak, kampung atau tempat tinggal yang sebenarnya.

Persatuan dan kesatuan sangat terlihat kuat sekali di kampung tersebut, mungkin itu disebabkan karena sikap penduduk kampung tersebut yang senantiasa menghidupkan dan membiasakan untuk shalat berjamaah di masjid dan merapatkan barisan shalatnya serta kebiasaan saling mengunjungi diantara sesama penduduknya untuk saling menanyakan kabar berita dan sekedar berbicara saling mengingatkan tentang kebesaran Allah AWT atau bisa juga kebiasaan makan dalam satu wadah yang menyatukan hati, sehingga terciptalah persatuan, kesatuan dan rasa persaudaraan yang sebenarnya, bukan hanya tulisan di spanduk – spanduk atau iklan di media massa tetapi ini adalah visualisasi dari tulisan2 tersebut.

Mari kita masuk lebih dalam lagi menyelami kehidupan masyarakat kampung ladang. Sebutlah si Imanuddin, Amaluddin dan Sholehuddin masing – masing dipanggil dengan nama Iman, Amal dan Sholeh. Mereka bertiga adalah cerminan generasi muda kampung ladang dan telah bersahabat sejak dari kecil.

Iman usianya baru 18 tahun, bekerja di rumah seorang pengusaha roti di kampung sebelah, dia bekerja sebagai tenaga pemasaran, yang tugasnya adalah memasarkan roti ke warung – warung dengan menggunakan sepeda motor yang disediakan oleh pimpinannya. Setiap jam 6 pagi Iman bersama lima orang rekannya yang sama – sama bekerja sebagai tenaga pemasaran di tempat itu segera keluar untuk memasarkan roti – roti yang masih hangat.

Amal usianya baru 19 tahun, bekerja sebagai pedagang batagor keliling dengan gerobak dorong. Setiap jam 7 pagi dia sudah mulai keluar rumah untuk menjemput rejeki yang telah ditetapkan Allah SWT kepada dirinya.

Sedangkan si Sholeh bekerja di rumahnya sendiri membantu orangtuanya berjualan di warung sederhana yang menjual keperluan sehari hari buat kebutuhan warga kampung ladang.

Shubuh adalah saat – saat yang dinantikan oleh tiga serangkai Iman, Amal dan Sholeh, karena itu adalah waktu pertama dalam setiap hari untuk berkunjung kerumah Allah untuk berjumpa Allah dalam shalat berjamaah dan tentunya mengingat keutamaan – shalat shubuh berjamaah yang sangat besar sebagaimana sabda nabi SAW
“Barang siapa yang shalat di dua waktu yang sejuk maka dia akan masuk surga.” (al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim beliau bersabda, “Tidak akan dijilat api neraka seseorang yang shalat sebelum Matahari terbit dan sebelum tenggelam.”
Yang dimaksudkan dengan dua waktu yang sejuk adalah waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Bahkan Imam Muslim meletakkan hadis tersebut di dalam bab tentang Keutamaan Shalat Subuh dan Asar.
Allah swt berfirman, “Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (al-Isra’:78)
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, “Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.” (HR al-Bukhari dan Muslim
“Dua raka’at Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR Muslim)

dan juga itu adalah kesempatan mereka untuk berjumpa karena Allah sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

”Sesungguhnya, orang-orang pertama yang akan masuk dan menghirup nikmatnya air telaga Allah SWT kelak pada hari kiamat adalah orang-orang yang sewaktu di dunia saling mencintai karena Allah SWT.” (HR Bukhari-Muslim dari Abu Darda).

Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa salah satu hal yang membuat seseorang pada hari kiamat nanti akan memperoleh naungan Allah SWT adalah mencintai sesama manusia atas dasar cinta kepada Allah SWT. Bertemu dan berpisah, semuanya adalah karena Allah SWT. (HR Bukhari-Muslim).
.
Allah yang menghidupkan dan mematikan, yang maha menjaga dan Allah yang senantiasa memberikan rizqi itu mereka pahami betul, bahwa mereka harus senantiasa bersyukur dan meyakini bahwa kejayaan dan keselamatan di dunia dan akhirat mereka sangat bergantung kepada keridhoan Allah SWT, Bahwa untuk mengarungi dunia ini yang penuh dengan ujian mereka butuh bimbingan dari Allah SWT agar selamat

Seperti biasa selepas shalat shubuh berjamaah diadakan ceramah agama mengenai pentingnya iman dan amal shaleh yang biasa di sampaikan oleh Pak Bayan…………….

Assalammualaikum Wr Wb…Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam, yang mana pada hari ini kita masih diizinkan untuk hadir kerumahNya untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dan Allah telah beri kesempatan kepada kita untuk dapat duduk di majlis yang mulia ini…..saudara – saudara yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. mempunyai malaikat

Bersambung besok>>>>>>

Setiap Perbuatan Pasti Dibalas Oleh Allah SWT

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 28, 2007

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?
Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?
Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Surah Huud 15 – 17

Dikatakan bahwa pemberian Allah itu hanyalah bergantung kepada kehendak – Nya, tidak seorangpun yang mempunyai kuasa untuk memaksa-Nya. Sa’id Bin Jubair R. A juga memberikan penerangan yang sama mengenai surat Huud ini. Sementara itu Qatadah R. A memberikan penjelasan yang lebih mendalam lagi bahwa Allah SWT memberikan ganjaran atas perbuatan baik mereka di dunia ini sehingga ketika tiba pada hari akhirat, tidak ada satu perbuatan baik pun yang belum dibayarkan ganjarannya. Sedangkan bagi orang – orang mukmin, amala kebaikan mereka ( atas dasar iman ) akan diberi ganjaran di dunia dan akhirat. Keterangan yang sama juga diberikan oleh Mujahid R. A. bahwa ganjaran kebaikan orang – orang kafir akan dibayarkan di dunia.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan

barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. Al Quran AL Zalzalah 7-8

Rasulullah Saw telah menerangkan dengan jelas, jalan mana yang membawa kepada kebaikan dan kemajuan dan jalan mana yang membawa kepada maksiat dan kejatuhan. Orang – orang terdahulu yang shalih telah menaatinya dengan sempurna, sedangkan kita tidak menyadari akan nilai dari p erkataan – perkataan Rasulullah SAW itu dan tidak takut kepada Allah serta tidak berpegang kepada Rasul – Nya SAW. Kita sekarang ini ibarat menanam rumput di ladang tetapi mengharap panen padi. Sedangkan leluhur kita dahulu telah menanam padi dan mereka telah menuai padinya. Bukalah sejarah isalam dan lihatlah dengan mata hati dan cobalah ambil pelajaran darinya.

Umar R. A berkata ” Janganlah kamu merasa bangga karena dipanggil bapak saudara sebelah ibu atau shahabat Rasulullah SAW. Allah SWT tidak menghapuskan kemaksiatan dengan kemaksiatan, gtetapi menghapuskan kemaksiatan dengan kebaikan . Tidak ada hubungan antara Allah dengan hambanya kecuali melalui ibadah kepada – Nya.

Demikianlah saudara saudara yang dimuliakan Allah SWT
Telah kita baca sedikit penjelasan tentang pembalasan semoga kita senantiasa dijadikan orang yang ingat bahwa setiap perbuatan pasti dibalas oleh Allah SWT .

Insya Allah……

Insya Allah

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 27, 2007

Beberapa penduduk Mekkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, “Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.” Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja “kegagalan” ini menjadi cemoohan kaum kafir.

Saat itulah turun ayat menegur Nabi, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS 18: 24)

Kata “Insya Allah” berarti

“jika Allah menghendaki”. Ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu sedetik ke depan apa yang terjadi dengan kita. Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa manusia punya rencana, Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata “insya Allah” menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan ilahi.

Dari kisah di atas kita tahu bahkan Nabi pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah.

Sayang, sebagian diantara kita sering melupakan peranan dan kekuasaan Allah ketika hendak berencana atau mengerjakan sesuatu. Sebagian diantara kita malah secara keliru mengamalkan kata “insya Allah” sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu. Ketika kita diundang, kita menjawab dengan kata “Insya Allah” bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa tetapi sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangan tersebut. Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata “Insya Allah”. Begitu pula halnya ketika kita berjanji, sering kali kata “insya Allah” keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.

Yang benar adalah, ketika kita diundang atau berjanji pada orang lain, kita ucapkan “insya Allah”, lalu kita berusaha memenuhi undangan ataupun janji itu. Bila tiba-tiba datang halangan seperti sakit, hujan, dan lainnya, kita tidak mampu memenuhi undangan ataupun janji itu, maka disinilah letak kekuasaan Allah. Disinilah baru berlaku makna “insya Allah”.

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

Allah Menolong Hamba-Nya Yang Taat dan Bersabar

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 26, 2007

Bagaimana Agar setiap langkah kita mulai dari bangun pagi hingga tidur kembali mengundang keridhoan Allah SWT pemilik segala sesuatu yang kita selalu pergunakan (Dunia dan seisinya ). Allah pemilik Alam semesta yang menghidupkan dan mematikan, yang memberi manfaat dan mudharat. Walaupun seluruh manusia dan jin berkumpul bersatu ingin menolong kita maka tak akan terjadi pertolongan itu tanpa bantuan Allah.
Walaupun seluruh makhluk dan jin bersatu untuk mencelakakan kita maka tak akan terjadi tanpa ijin Allah SWT.

Kita ingat kisah Fir’aun, betapa kekuasaan, kerajaan dan kekayaan yang dimilikinya menyebabkan dirinya lupa bahwa dia hanyalah makhluk yang lemah dan tak ada kekuatan apa apa, dia merasa bahwa dialah Tuhan semesta alam yang bisa mengijinkan siapa yang berhak hidup dan siapa yang harus mati, hingga pada akhirnya Allah SWT dengan kasih dan sayangNYA mengutus nabi Musa A.S untuk berdakwah dengan lemah dan lembut mengingatkan siapakah Tuhan yang sesungguhnya agar fir’aun mau sadar, Allah mengutus seorang makhlukNYA yaitu nabi Musa AS yang dengan pandangan kita sebagai makhluk tidak mungkin dapat menjalankan tugas dengan baik apalagi ditambah lisannya yang kurang sempurna, keadaan fisik, kekuasaan, kekuatan dan kekayaannya yang tidak sebanding dengan apa yang akan dihadapinya ( Fir’aun ), tetapi nabi Musa AS adalah utusan Allah yang secara penglihatan biasa tidak memiliki materi apa apa, tetapi Allah SWT bersama nabi Musa. Allah adalah yang menggenggam jiwa2 manusia , semua yang ada dibumi dan di langit tunduk atas perintah-Nya, seluruh makhluk tak ada yang bisa melawan atau lari dari kehendak dan keputusan Allah, dan Nabi Musa pun senantiasa tunduk dan patuh hatinya kepada perintah Allah SWT.

Musa berkata kepada kaumnya:

“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”

Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu”.

Maka Kami kirimkan kepada mereka tofan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Dan ketika mereka ditimpa adzab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan adzab itu daripada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israel pergi bersamamu”.

Maka setelah kami hilangkan adzab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

Al A’Raaf 128 – 137

Demikianlah Allah telah menunjukkan kekuasaan Nya, bahwa Tidak ada Tuhan yang patut disembah, dimintai pertolongan, di yakini dapat memberikan manfaat ataupun bencana, yang dsandari, digantungi, diharapkan kecuali ALLAH AZZA WA JALLA. ALlah tidak tidur, Allah beriri sendiri, tidak beranak dan diperanakkan, Allah mendengar, Allah melihat, Allah sebaik baik perencana

Benda dan makhluk sekuat apapun dalam penglihatan kita tidak menjamin kejayaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Tanggung Jawab

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 22, 2007

Alkisah, ada seorang penyelam pencari mutiara yang baru menjalani profesinya.Tugas utamanya adalah mencari mutiara di dasar laut. Dia bekerja pada seorang tuan yang telah mempersiapkan seluruh kebutuhannya untuk menjalankan tugas mengambil mutiara. Kaca mata selam, baju selam, senter anti air, dan yang paling penting adalah tabung oksigen yang dengan alat inilah si penyelam dapat menjalankan tugasnya si dalam air, lamanya tergantung isi okxygen yang ada di dalam tabung, semua sudah dipersiapkan oleh tuannya.

Cuaca yang cerah pada suatu pagi menampakkan keindahan lautan yang biru dan jernih,
tibalah saatnya untuk menyelami samudera menjalankan tugas sebagai seorang pencari mutiara, kecepatan dan perhitungan yang tepat sangat dibutuhkan karena jatah oksigen yang dapat dibawa tidak lama hanya sebentar saja.

Perlahan namun pasti dengan gerakan yang lembut bak penyu sang penyelam terus menjelajahi alam samudera yang luas, mulai tampak keindahan bawah laut yang memukau, ada ikan yang kecil dan berwarna warni, ada rumput dan tanama tanaman laut, ada terumbu karang yang indah, ada ubur ubur yang sesekali bersinar dan berbagai macam makhluk laut yang indah……….waaaah

indah sekali benar benar berbeda dengan yg selama ini dilihat di atas air.

Waktu demi waktu sang penyelam ini makin menjelajah, asik bermain dengan ikan – ikan kecil yang bersahabat. Tak terasa oksigen dalam tabung mulai berkurang dan dia belum melaksanakan tugas utamanya, yaitu mencari Mutiara.

Terkejut sang penyelam menyadari bahwa dia sudah terlalu lama di dalam air bermain main dan bersenda gurau dengan keindahan samudera, buru – buru ia mencari mutiara yang menjadi tugas utamanya, dapat juga akhirnya walau dengan susah payah.

Dengan tergesa gesa pula ia naik berenang dengan sekuat tenaga dengan membawa mutiara yang dia taruh dalam kantung dan digantung di pinggangnya dengan perasaan senang dan takut, senang karena akan segera sampai keatas dengan membawa hasil mutiara dan berjumpa dengan dengan tuannya umtuk mempertanggung jawabkan tugasnya.

Namun malang sekali nasibnya, hampir sedikit lagi sampai keatas permukaan dan bertepatan dengan habisnya oksigen dalam tabung mutiara mutiara yang ada dalam kantungya lepas berjatuhan kembali kedasar lautan yang dalam, tidak mungkin lagi untuk kembali mengambil mutiara 2 tersebut karena persediaan oksigennya sudah habis, dengan terpaksa dia harus keatas dan bertemu dengan tuannya tanpa membawa hasil apa apa…….

Bagaimana kira2 sikap tuannya kepada si penyelam tersebut yang telah lalai dalam menjalankan tugasnya……..

-Mutiara adalah ibarat agama yang didalamnya terdapat iman dan amal shaleh
-Samudera beserta isinya adalah ibarat dunia yang memukau dan dapat melupakan akan kampung akhirat bagi yang tidak bijak dalam menyikapinya.

-Tabung Oksigen adalah ibarat Jatah kehidupan yang diberikan Allah.

-Sang penyelam adalah ibarat kita

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,( Al Mudattsir 38 )

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? ( Al An’am 32 )

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.( Al A’Raaf 51 )

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.( Muhammad 36 )

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? ( Al Qiyaamah 36 )

Pertolongan yang tak disangka

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 21, 2007

Based On True Story 1

Saya mendapatkan cerita ini langsung dari teman yang bisa dipercaya mengenai pengalaman hidupnya.

Begini ceritanya……….

Beberapa tahun belakangan ini ayahnya yang tercinta menderita sakit, kedua kaki ayahnya tidak bisa digunakan untuk berjalan. Dokter dan ahli medis lainnya telah dikunjungi untuk bisa mengatasi penyakit ayahnya ini dengan harapan ayahnya bisa berjalan kembali, tak lupa doa dan tangis pun ikut mewarnai kehidupannya.

Waktu tak terus berjalan kurang lebih 3 minggu yang lalu tak disangka teman saya ini mendapat telepon dari ibunya yang menyatakan bahwa ternyata ayahnya

bisa berjalan kembali….Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah………………..

Ketika telah berbagai usaha telah dilakukan dan tak membawa hasil dan ketika semua keluarga telah memasrahkan segala urusan kepada Allah penggenggam jiwa ayahnya,
Allah mengangkat penyakitnya. Allah menyembuhkan ketika segala usaha terhenti secara fisik dan jiwa. Fisik tak melakukan apa apa dan jiwa tidak berharapa kepada siapa siapa kecuali ALLAH SWT.

[26.77] karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam,

[26.78] (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,

[26.79] dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,

[26.80] dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

[26.81] dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

[26.82] dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”.

ASY SYU’ARAA’

Kejadian ini diceritakan dengan keharuan yang amat sangat dan membuat semua yang mendengar mengagungkan Allah SWT.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari cerita diatas mengenai kekuasaan Allah
Agar kita menggantungkan selalu hati kita berharap hanya kepada Allah pemilik langit dan bumi

Kita murnikan ketaatan kita kepada Allah apabila kita dalam kesulitan tetapi jangan lupakan Allah ketika Allah telah selamatkan kita

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),( Al Ankaabut 65 )

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

[26.84] dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,

[26.85] dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni’matan,

[26.86] dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

[26.87] dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

[26.88] (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

[26.89] kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

[26.90] dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,

[26.91] dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”,

[26.92] dan dikatakan kepada mereka: “Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah (nya)

[26.93] selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?”

[26.94] Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,

[26.95] dan bala tentara iblis semuanya.

[26.96] Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:

[26.97] “demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,

[26.98] karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam”.

[26.99] Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.

[26.100] Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun,

[26.101] dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,

[26.102] maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.

[26.103] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

[26.104] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Muzakaroh 6 Sifat Shahabat

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 21, 2007

Taken from: http://pendawa5.multiply.com/journal/item/7

Thanx Dede Shulton

Muqoddimah

* Allah SWT meletakkan kejayaan didunia dan diakhirat dalam agama yang sempurna seperti yang dibawa Rosulullah SAW.

* Umat Islam pada zaman ini belum ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna.

* Para Shahabat R.A. telah dapat mengamalkan agama yang sempurna karena memiliki 6 sifat.

* Umat Islam pada zaman sekarang pun akan ada kekuatan untuk mengamalkan agama sempurna bila memiliki 6 sifat

Apakah 6 sifat itu ?

1. Yakin terhadap kalimah Thoyyibah Laailaaha Illallah MuhammadurRasulullah.

Laa ilaaha illallah Muhammadurrosulullah

Artinya :

Tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT dan Baginda Muhammad SAW adalah utusan Allah

Laa ilaaha illallah

Maksudnya:

Mengeluarkan keyakinan kepada makhluk dari dalam hati kita dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah SWT dalam hati kita.
Fadhilahnya:

a. Barangsiapa yang mati sedangkan ia yakin bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT maka dijamin masuk surga.

b. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT dan hatinya membenarkan lisannya maka ia masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

c. Sekecil-kecil iman Allah SWT akan memberikan surga yang luasnya sepuluh kali dunia.
Cara mendapatkannya:

a. Mendakwahkan pentingnya iman.

b. Latihan iman, dengan membentuk halaqah iman.

c. Berdoa agar diberi hakikat iman

Muhammadurrosulullah

Maksudnya:

Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti cara hidup Rosulullah SAW.
Fadhilahnya:

a. Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku adalah utusan Allah SWT.

b. Barang siapa yang berpegang teguh pada sunnahku dikala rusak umatku akan mendapat pahala 100 orang mati syahid.

c. Barang siapa yang menghidupkan sunnahku sungguh cinta kepadaku, barang siapa cinta kepadaku akan bersamaku di dalam surga.

Cara mendapatkannya:

a. Mendakwahkan pentingnya sunnah-sunnah Rosulullah SAW.

b. Latihan mengamalkan sunnah-sunnah Rosulullah SAW dalam 24 jam.

c. Berdo’a agar diberi hakikat Muhammadurrosulullah.

2. Sholat Khusyu Wal Khudu

Artinya:

Sholat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rosulullah SAW.

Maksudnya:

Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah SWT dalam sholat kedalam kehidupan sehari-hari.
Fadhilahnya:

a. Firman Allah : Sesungguhnya sholat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

b. Firman Allah : Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.

c. Sholat adalah mi’rojnya orang yang beriman.

Cara mendapatkannya:

a. Mendakwahkan pentingnya sholat khusyu dan khudhu

b. Latihan :

* Memperbaiki zahirnya sholat : istinja, wudhu, rukunya dan sebagainya.

* Menghadirkan keagungan Allah SWT dalam hati.

* Belajar menyelesaikan masalah dengan sholat.

c. Berdo’a agar diberi hakikat sholat khusyu dan khudhu

3. Ilmu maadzikir

Ilmu

Artinya:

Semua petunjuk yang datang dari Allah SWT melalui Baginda Rosulullah SAW.

DZikir

Artinya:

Mengingat Allah SWT sebagaimana Agung-nya Allah SWT

Maksud ilmu maadzikir :

Mengamalkan perintah-perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah kedalam hati kita ikut cara Rosulullah SAW.

Fadhilah ilmu :

a. Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah SWT akan fahamkan dia dengan agama.

b. Barang siapa yang berjalan ke majelis ilmu maka Allah SWT akan mudahkan baginya jalan ke surga.

c. Barang siapa yang mempelajari satu ayat dari kitab Allah maka lebih baik daripada sholat sunnah 100 rakaat dan barang siapa mempelajari satu bab ilmu agama baik diamalkan atau tidak lebih baik daripada ibadah sholat sunnah 1000 rakaat.
Fadhilah Zikir:

a. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.

b. Dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tenang.

c. Ingatlah kepadaKu niscaya Aku ingat kepadamu.
Cara mendapatkan ilmu fadhail:

a. Mendakwahkan pentingnya ilmu fadhail

b. Latihan :

* Duduk dalam halaqah ta’lim fadhail.

* Menghadirkan fadhilah dalam beramal.

* Mengajak orang lain duduk ke dalam halaqah ta’lim fadhail di masjid.

c. Berdo’a pada Allah SWT
Cara mendapatkan ilmu matsail:

a. Mendakwahkan kepentingan matsail

b. Latihan :

- Duduk dalam majelis matsail dengan para ulama.

- Tanya masalah-masalah dunia atau agama.

- Berziarah para ulama.

c. Berdo’a kepada Allah SWT
Cara mendapatkan dzikir:

a. Kita dakwahkan kepentingan dzikir

b. Latihan :

* Baca Qur’an setiap hari

* Membaca tasbihat, sholawat dan istighfar. Ketika baca tasbihat hadirkan Allah Maha Suci. Ketika baca sholawat hadirkan jasa-jasa Nabi. Ketika baca istighfar hadirkan Allah Maha Pengampun.

* Mengamalkan do’a-do’a masnunah

c. Berdo’a pada Allah SWT.

4. Ikromul muslimin

Artinya:

Memuliakan sesama muslim

Maksudnya:

Menunaikan hak-hak sesama muslim tanpa menuntut hak dari padanya.

Fadhilahnya:

a. Allah SWT akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.

b. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya didunia dan akhirat, tetapi barang siapa yang membuka aib saudaranya maka Allah akan membuka aibnya didunia dan akhirat sehingga dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.

c. Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.
Cara mendapatkannya:

a. Kita dakwahkan kepentingan ikromul muslimin

b. Latihan :

* Memberi salam kepada orang yang dikenal atau tidak dikenal

* Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan pada ulama dan menghargai sesama.

* Membaur kepada orang yang wataknya berbeda-beda (tidak disukai).

c. Do’a pada Allah SWT agar diberi akhlak Rosulullah SAW.

5. Tashihunniyah

Artinya:

Membersihkan niat

Maksudnya:

Membersihkan niat dalam setiap beramal semata-mata karena Allah.

Fadhilahnya:

a. Sesungguhnya amal yang diterima Allah adalah yang berdasarkan ikhlas.

b. Sesungguhnya Allah SWT tidak memandang kepada wajahmu dan hartamu, tetapi Allah memandang kepada hatimu dan amal perbuatanmu.

c. Ketika Muadz bin Jabal R.A diutus ke Yaman sebagai hakim beliau meminta nasihat kepada Rosulullah SAW. Kemudian Rosulullah SAW bersabda : “Dalam setiap amalanmu, jagalah keikhlasan, karena keikhlasan itu akan menambah pahala kebaikanmu walaupun amalan itu sedikit”.
Cara mendapatkannya:

a. Kita dakwahkan pentingnya tashihunniyah

b. Latihan : Sebelum beramal diperiksa, ketika beramal dan sesudah beramal kita bersihkan semata-mata karena Allah.

c. Berdo’a kepada Allah SWT agar diberi hakikat tashihunniyah

6. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah

Dakwah

Artinya: Mengajak

Tabligh

Artinya: Menyampaikan

Maksudnya:

a. Memperbaiki diri yaitu menggunakan diri, harta dan waktu seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT.

b. Menghidupkan agama pada diri sendiri dan semua manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.

Fadhilahnya:

a. Tidak ada perkataan yang paling baik di sisi Allah SWT kecuali perkataan dakwah.

b. Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan ia akan mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya.

c. Barang siapa keluar di jalan Allah SWT sepagi atau sepetang lebih baik daripada mendapatkan keuntungan dunia dan seisinya.

Cara mendapatkannya:

a. Kita dakwahkan

b. Latihan : Minimal dalam seumur hidup 4 bulan, 40 hari dalam setiap tahun, 3 hari dalam setiap bulan, dan 2,5 jam dalam setiap hari.

c. Berdo’a kepada Allah SWT agar diberi sifat dakwah dan tabligh yaitu menggunakan diri harta dan waktu untuk dakwah dan tabligh

a

Blog Stats

  • 3,200 hits

From Mai Fren: Abu

"Duniate nao ka dayya, Akhirate kandayyona... Duniate nao ka dayya, Jahanname kandayyona.( Dunia ini tempat menangis, biarlah kita menangis didunia asalkan jangan menangis di akherat. Dunia ini memang tempat menangis asal jngan menangis lagi di neraka"

from : Buya Najla

Wahai Istriku Jika Aku Pergi Nanti Untuk Berjuang Di Jalan Alloh Kau Akan Temui Rumah Kita Akan Kosong, Maafkan Aku Yang Tak Bisa Membelikan Engkau Benda Benda Dunia, Tapi Kuharap Engkau Rela Asalkan Rumah Rumah Orang ISlam Penuh Dgn Nur Iman Dengan Asbab Keluarnya Aku Di Jalan Alloh

from : Buya Najla

Sibukkanlah Umurmu untuk perkara agama atau engkau akan sibuk juga tapi bukan untuk perkara agama

from : Buya Najla

Kesusahan Di Dunia Untuk Agama adalah Kesenangan Di Akherat Yang Selama2nya

From : Firdaus Herliansyah

"Hiduplah untuk mencari ridho Alloh, kawan-kawanku. Dunia hanyalah fatamorgana sesaat saja. Akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya. Dan hanya Alloh lah sebaik-baik tempat kembali"

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Halaman

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30