Memberikan atau berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain memberikan efek atau rasa yang luarbiasa kepada jiwa kita. Waktu demi waktu berjalan, berbagai kelakuan yang buruk atau baik mulai dari kecil sampai sekarang sering kita lakukan, baik yang disadari atau tidak. Efek dari setiap perbuatan yang dilakukan pun sering terasa sekali pada kondisi kejiwaan kita. Apabila perbuatan yang baik ataupun bermanfaat dan tidak merugikan orang lain kita lakukan maka akan menimbulkan sebuah kekuatan dan kepercayaan diri yang luarbiasa kepada kita, seolah olah seluruh dunia bersahabat dan berbuat baik pada kita, membuat kita tidak ragu untuk melangkah menghadapi dunia ini. Tentunya untuk mendapatkan efek yang luar biasa ini, maka perbuatan baik yang kita lakukan ini harusnya berasal dari sesuatu yang baik juga dan bukan berasal dari yang buruk, contohnya, apabila kita memberikan uang kepada orang lain itu harusnya berasal dari hasil kerja keras kita seharian atau berasal dari pemberian orang lain yang diberikan kepada kita dengan ikhlas yang kemudian kita salurkan kembali kepada orang lain dengan ikhlas pula hanya mengharapkan supaya Allah SWT ridho dan senang kepada kita sehingga kedekatan kita kepada Allah pun akan bertambah. Lantas bagaimana apabila kita ini termasuk kedalam golongan yang tidak punya materi yang bisa kita berikan kepada orang lain, kita diberikan Allah SWT mata, tangan, mulut, telinga, akal, hati, kaki, pikiran dan banyak lagi yang telah Allah berikan kepada kita yang bisa kita pergunakan untuk memberikan yang terbaik untuk sesama makhluk Allah misalnya: kita bisa tersenyum kepada sesama manusia, kita bisa memberikan kata kata yang baik, perhatian, mendengarkan orang yang ingin berbagi, menjawab pertanyaan orang yang sedang mencari jawaban, membantu membawakan sesuatu, memberi salam, menyingkirkan duri/ paku dijalan dan banyak lagi yang bisa kita lakukan, atau minimal kita jangan berbuat sesuatu yang merugikan orang lain. Setiap orang diberikan kelebihan oleh Allah SWT yang tidak diberikan kepada semua, terkadang si fulan diberikan kelebihan berupa harta, si fulan b diberikan kelebihan ilmu, si fulan c diberikan kelebihan tenaga dan sebagainya, yang semuanya itu diberikan kepada kita untuk bekal kita agar bisa dipergunakan untuk berbuat baik di dunia, yang nantinya semua perbuatan itu akan diperhitungkan dan membawa manfaat di akhirat kelak. Semua perbuatan baik yang kita lakukan itu adalah pengiring setelah kita melakukan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT seperti Shalat lima waktu, puasa, membaca Al Qur’an dan berbagai macam kewajiban yang diberikan kepada kita. Sebuah bangunan yang besar dan bertembok kokoh disertai pengamanan yang kuat tapi sipemilik bangunan ini tidak memberikan manfaat kepada sekitarnya maka itu sama saja dengan sebuah bangunan yang lemah dan tidak memiliki penjaga, apalah artinya sebuah tembok yang kokoh dan pengamanan yang kuat apabila diserang oleh ratusan atau ribuan orang dengan kebencian, tapi apabila bangunan yang sederhana tapi sipemilik memberikan banyak manfaat dan tidak merugikan orang lain maka sekelilingnya ribuan orang bahkan tak terhinggalah yang menjadi penjaganya yang rela menjaga dengan dasar kasih sayang, maka akan menjadi kokoh dan kuatlah bangunan itu lebih kuat dari penampilannya. Bagaimana Rasulullah SAW berusaha membangun pertama kali jiwa manusia dengan keyakinan kepada Allah SWT, bahwa Allah SWT adalah satu, Allah tempat bergantung dan tempat memohon. Allah tidak beranak dan tidak pula memperanakkan, Allah SWT berbeda dengan makhluk, tidak ada yang serupa dengan Allah SWT, bahwa ditangan Allah segala sesuatu yang terjadi, Allah yang memberi manfaat dan memberi mudharat, demikianlah dibuat manusia ini lebih kuat daripada bangunan-bangunan dengan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam. Manusia manusia ini adalah para shahabat yang diridhoi oleh Allah, mereka menjadi benteng pertahanan yang kuat yang senantiasa rela mengorbankan harta, diri, waktu bahkan jiwa mereka untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam, menembus ruang dan waktu, menyebar keseluruh penjuru dunia dan terus menembus waktu hingga 1400 tahun lebih bekas yang mereka tinggalkan, Dashyatnya hari akhir dan janji janji Allah SWT akan surga dan ancaman Allah akan neraka, serta rasa kasih sayang, fikir dan risau mereka kepada sesama umat manusia agar selamat dari bencana dan azab Allah, agar semua mengenal Allah SWT mengenal Nabi Muhammad SAW, dan agar rahmat Allah tersebar keseluruh alam inilah yang membuat mereka bergerak dan berkorban sampai datang keputusan Allah, yaitu kematian, awal dari kehidupan abadi, kehidupan yang berisi pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan di dunia, kita akan merasakan semua perbuatan yang kita lakukan di dunia dimana hanya ada dua pilihan yang disediakan nanti, Surga dan neraka. Pilihan itu bisa kita pilih sekarang di dunia, yaitu dengan terus terus memperbaiki iman kita, yakin kita kepada Allah dan meningkatkan amalan baik kita. Kita niatkan diri kita untuk terus dan terus memperbaiki diri, kita ambil waktu sebentar buat merenung dan memikirkan mana perbuatan-perbuatan buruk kita yang harus kita tinggalkan dan kita ganti dengan perbuatan-perbuatan baik. Saya niat insya Allah bagaimana dengan tuan2?.
Arsip Bulanan: April 2007
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab : 2
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)nya. ” (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
“Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan
sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana
burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali
dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi )
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri
dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa
hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di
alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan
kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari
Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh
al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah
Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat
(bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan
hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat
memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain
Dia.
- *Silaturrahim*
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah
satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
” Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan
dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim. ” (HR Al
Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda, ” Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau
harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya
silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan
memperpanjang umur.” (HR. Ahmad )
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada
hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau
tidak, mahram atau bukan mahram.
bersambung………
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab : 3
- *Infaq fi Sabilillah*
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya
dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. ” (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang
diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan
memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di
akhirat kelak.”
Juga firman Allah yang lain,artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian
dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang
baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.
Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari
padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan
dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan
untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt
berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.”
(HR Muslim)
- *Menyambung Haji dengan Umrah*
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu
Mas’ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda, artinya,
“Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan
menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat
dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya
kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, )
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan
umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut
dengan melakukan ibadah haji.
- *Berbuat Baik kepada Orang Lemah*
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan
pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada
orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki
melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)
Dhu’afa’ (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada
fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar,
hamba sahaya dan lain sebagainya.
- *Serius di dalam Beribadah*
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi
Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
artinya,
“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhl ah engkau beribadah kepada Ku,
maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung
kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu
dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu. “
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta
tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga
dalam beribadah, tunduk dan khusyu’ hanya kepada Allah, merasa sedang
menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang
bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad,
bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan,
istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara
lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan
taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab : 1
Tulisan ini saya dapatkan dari seseorang, semoga beliau diberikan rahmat dan hidayah selalu oleh Allah SWT.
Kamis, 13 Mei 04
Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau
rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu
pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta
bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu
yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak
jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh
segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah
koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan
bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada
Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba- Nya sebab-sebab
yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia
menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta
menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti
akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
- *Takwa Kepada Allah*
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan
menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada
disangka-sangkanya. ” (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam
segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat.
Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan
menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika
hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang
siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan
menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar
dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali
sebelumnya.”
Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya. ” (QS. 7:96)
- *Istighfar dan Taubat*
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat,
sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan
kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai. ” (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud
(ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya
rizki dan hujan.”
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri,
maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain
yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada
Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan
kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun
juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan
berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar
beristighfar. ” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku,
sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut
diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu
berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya
saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa
menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian
tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
Bersambung………
Perjalanan
) Assalamualaikum, Alhamdulillah Allah telah pertemukan kita di dunia maya ini, senang bertemu dengan anda saudara seagama dan seiman. Allah lah yang menggerakan matahari, bulan, planet, berputar seperti jamaah haji yang berputar mengelilingi ka’bah demikian juga da’wah yang terus berputar diseluruh dunia dari negara ke negara, kota ke kota , desa ke desa, lorong ke lorong, pintu ke pintu menyampaikan kalimat la ilah ha ilallaah muhammadurasulullaah, menyampaikan pentingnya iman yakin kepada Allah dan amal sholeh, berssilaturahmi saling memberi semangat dan menghidupkan persaudaraan dalam islam dan iman, menghidupkan masjid dengan mengorbankan harta, waktu kesenangan pribadi, dan tenaga bahkan jiwa. kehidupan di dunia ini hanya sementara tidak ada yang tau pasti kapan dan dimana serta sedang apa saat kita mati. Masalah kematian dirahasiakan oleh Allah tapi persiapan dan apa saja yg perlu dibawa untuk bekal diakhirat ini Allah beri tahu, bukan masalah lama atau cepat kita hidup didunia ini tapi bagaimana kita hidup didunia ini agar sukses di dunia, di kubur, di padang mashyar hingga sampai ke jannah. Kesuksesan hidup umat manusia ini hanya ada dalam agama yang sempurna, mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah, dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. Bagaimana mengeluarkan kebesaran dan keyakina kita kepada selain Allah dan memasukan keyakinan dan kebesaran Allah kedalam hati kita. Saudaraku, asbab itu adalah sunnah tapi yakin kepada asbab adalah salah, sahabat disuruh mengikat untanya sebelum di tinggalkan setelah itu tawakal tidak meyakini bahwa dengan mengikat itu untanya tidak akan hilang tapi dia yakin bahwa Allah yang akan menjaga. Seringkali ditemukan dalam setiap perjalan khuruj betapa senang sekali saudara 2 muslim ini dikunjungi apalagi di daerah minoritas sehingga mereka merasa dan menyaksikan betapa besarnya islam ini dan kuat dan betapa diperhatikannya mereka, seperti dua orang yang saling bertemu dan berpisah karena Allah, bagaimana dalam setiap perjalan kita bisa berjumpa dengan para ulama dan ahli ibadah di tempat yang kita kunjungi, para ustadz dan hafiz, kita saling mendoakan dan memberi semangat, betapa indah islam ini. Betapa banyak pemuda yang kering akan iman dalam hatinya dan mereka menunggu karena kelemahannya ada orang yang mau mengunjunginya dan mengingatkannya akan Allah dan akhirat, ada juga yg sudah lama ingin keluar dari kemaksiatan tapi bingung harus kemana dan bertemu siapa yg ikhlas dan penuh kasih sayang membimbing dan merangkul mereka dan menjadi teman pengganti apabila mereka keluar dari perkumpulan judinya atau perkumpulan kejahatan lainnya, mereka secara tidak langsung menanti teman 2 yang dari berbagai suku bangsa yang peduli dan rela serta ikhlas mengorbankan harta dan waktu serta diri mereka untuk berjumpa dengan mereka. Insya Allah dengan ijin Allah kita semua bisa berjumpa nanti. Kita niatkan hati kita. Allah mampu menjalankan hamba2nya, hal yang sangat mudah bagi Allah yang juga menjalankan seluruh alam semesta ini.:)