Cerdas !Mengingat Mati

Insya Allah

Posted by: adityanurbaskoro on: Mei 25, 2007

Nadirsyah Hosen

Beberapa penduduk Mekkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, “Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.” Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja “kegagalan” ini menjadi cemoohan kaum kafir.

Saat itulah turun ayat menegur Nabi, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS 18: 24)

Kata “Insya Allah” berarti “jika Allah menghendaki”. Ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu sedetik ke depan apa yang terjadi dengan kita. Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa manusia punya rencana, Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata “insya Allah” menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan ilahi.

Dari kisah di atas kita tahu bahkan Nabi pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah.

Sayang, sebagian diantara kita sering melupakan peranan dan kekuasaan Allah ketika hendak berencana atau mengerjakan sesuatu. Sebagian diantara kita malah secara keliru mengamalkan kata “insya Allah” sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu. Ketika kita diundang, kita menjawab dengan kata “Insya Allah” bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa tetapi sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangan tersebut. Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata “Insya Allah”. Begitu pula halnya ketika kita berjanji, sering kali kata “insya Allah” keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.

Yang benar adalah, ketika kita diundang atau berjanji pada orang lain, kita ucapkan “insya Allah”, lalu kita berusaha memenuhi undangan ataupun janji itu. Bila tiba-tiba datang halangan seperti sakit, hujan, dan lainnya, kita tidak mampu memenuhi undangan ataupun janji itu, maka disinilah letak kekuasaan Allah. Disinilah baru berlaku makna “insya Allah”.

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

1 Tanggapan ke "Insya Allah"

apa pun hal yang baik yang secara rutin kita lakukan, lama kelamanaan akan cenderung kehilangan maknanya ketika kita lupa untuk menyegarkan kembali keagungan dibalik itu semua.

adalah sifat manusia yg lalu merasa biasa dengan apa yg telah dimilikinya, seberapa pun luar biasa barang atau ilmu itu.

ada kebaikan dan keburukan dalam sifat yg melekat pada setiap manusia ini.

salam.

Tinggalkan Balasan

a

Blog Stats

  • 3,248 hits

From Mai Fren: Abu

"Duniate nao ka dayya, Akhirate kandayyona... Duniate nao ka dayya, Jahanname kandayyona.( Dunia ini tempat menangis, biarlah kita menangis didunia asalkan jangan menangis di akherat. Dunia ini memang tempat menangis asal jngan menangis lagi di neraka"

from : Buya Najla

Wahai Istriku Jika Aku Pergi Nanti Untuk Berjuang Di Jalan Alloh Kau Akan Temui Rumah Kita Akan Kosong, Maafkan Aku Yang Tak Bisa Membelikan Engkau Benda Benda Dunia, Tapi Kuharap Engkau Rela Asalkan Rumah Rumah Orang ISlam Penuh Dgn Nur Iman Dengan Asbab Keluarnya Aku Di Jalan Alloh

from : Buya Najla

Sibukkanlah Umurmu untuk perkara agama atau engkau akan sibuk juga tapi bukan untuk perkara agama

from : Buya Najla

Kesusahan Di Dunia Untuk Agama adalah Kesenangan Di Akherat Yang Selama2nya

From : Firdaus Herliansyah

"Hiduplah untuk mencari ridho Alloh, kawan-kawanku. Dunia hanyalah fatamorgana sesaat saja. Akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya. Dan hanya Alloh lah sebaik-baik tempat kembali"

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Teratas

Halaman

 

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031