“Kampung Ladang” BAG 2

Sambungan dari “Kampung Ladang” kemarin

Seperti biasa selepas shalat shubuh berjamaah diadakan ceramah agama mengenai pentingnya iman dan amal shaleh yang biasa di sampaikan oleh Pak Bayan…………….

Assalammualaikum Wr Wb…Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam, yang mana pada hari ini kita masih diizinkan untuk hadir kerumahNya untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dan Allah telah beri kesempatan kepada kita untuk dapat duduk di majlis yang mulia ini…..saudara – saudara yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. mempunyai malaikat

yang ditugaskan mencari majlis zikir. apabila mereka menjumpainya, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir (mengingat Allah/ majlis yg didalamnya membuat kita ingat kepada Allah ) itu serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang mengelilingi majlis zikir itu dengan sayap-sayapnya sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Allah berfirman, “Apakah mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab, “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.” Allah berfirman, “Bagaimana kalau mereka melihat Aku?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.”

Allah s.w.t. berfirman, “Apa yang mereka minta?” Para malaikat berkata, “Mereka memohon surga kepada-Mu.” Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, “Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.” Allah s.w.t. berfirman, “Bagaimana kalau mereka melihatnya?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.”

Allah s.w.t. berfirman, “Pada apa mereka memohon perlindungan?” Para malaikat berkata, “Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.” Allah s.w.t. berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.” Allah s.w.t. berfirman, “Kalian Aku jadikan saksi bahawa Aku telah mengampuni mereka.”

Malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, di antara mereka ada seorang zalim yang kebetulan duduk bersama mereka, tapi tidak termasuk dalam golongan mereka.” Allah berkata, “Aku pun telah mengampuninya. Orang yang duduk dengan orang-orang dzikir ini tidak akan disiksa.” (Muslim, at-Tirmidzi, al-Hakim).

Saudara – saudara yang dimuliakan Allah SWT, banyak sekali sekarang ini terdapat tempat tempat pembangun tubuh, bagaimana agar tubuh ini menjadi terlihat besar , kuat , sehat dan indah, ramai sekali dikunjungi oleh para pemuda maupun yg sudah dewasa, mereka tahan seharian berada disana dengan maksud dan tujuan yang hampir sama yaitu agar tubuhnya terlihat gagah dan kuat sampai rela meninggalkan shalat , padahal hadirin yang mulia jasad ini akan hancur dimakan ulat , sekuat apapun dan sebesar apapun tubuh kita maka apabila ruh ini sudah dicabut, habis sudah dikubur dimakan belatung dan dimakan ulat – ulat didalam kubur tidak berguna sama sekali menghadapi fitnah kubur apalagi menghadapi dashyatnya mashyar, yang akan menyelamatkan kita ini adalah indah dan bagusnya hati dan amal perbuatan kita “Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupa dan tubuh kamu dan tidak pada harta kamu, tetapi Allah memandang hati dan amal kamu” (HR.Muslim).

Kita lihat Lanjut membaca

Kampung Ladang

Cerita ini hanyalah rekaan, apabila ada kesamaan tempat atau nama dalam cerita ini adalah sebuah kebetulan belaka. Adapun isinya mudah2 an membawa manfaat untuk penulis dan pembacanya.

Nun jauh disana terdapat perumahan sederhana yang asri, walaupun tidak nampak bangunan bangunan mewah namun lingkungannya membuat hati siapa saja yang datang kesana terasa nyaman dan aman. Apa yang menyebabkan kampung itu begitu mengesankan, siapa penghuninya dan apa nama perumahan tersebut? Mari kita telusuri……

“Kampung ladang”, ya begitulah perumahan tersebut dinamakan , kampungnya sangat bersih serta banyak sekali tanaman – tanaman hijau yang sengaja dirawat oleh para penduduk yang tinggal disana sehingga membuat udara disana terasa sejuk sekali. Suasana yang tenang sangat menyejukkan batin, paling hanya terdengar suara suara alami seperti gemerisik dahan dahan yang bersentuhan tertiup angin serta suara suara serangga yang membawa pikiran kita ke suasana pedesaan yang berbeda sekali dengan suasana perkotaan yang keras, dan tidak hanya itu, yang paling membuat sejuk mata dan hati adalah para penduduknya sendiri yang ramah dan bersahaja. Raut wajah yang syahdu bershahabat ditambah lagi sorot mata yang redup ramah dan senyuman yang tulus setiap bertemu dengan sesamanya, serta tampak bekas – bekas wudhu yang bagaikan make up memancar di setiap wajah penduduk kampung ladang tersebut. Ucapan salam pun pasti terdengar bilamana sesama penduduk kampung tersebut berjumpa baik di rumah maupun dijalan – jalan, ”assalammualaikum Wr Wb ( Semoga keselamatan, rahmat dan barokah Allah selalu menyertai anda”) sebagaimana

Rasulullah SAW dalam satu hadisnya pernah bersabda, ”Maukah aku tunjukkan satu praktik yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?

Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Bukhari-Muslim).

Subhanallah, kampung idaman setiap muslim, siapapun yang mendengar pastilah ingin menjadi bagian dari kampung tersebut.

Dunia adalah ladang yang terbentang luas untuk menanam amal amal baik untuk di panen nanti di akhirat, itulah yang menjadi dasar dinamakannya ” kampung ladang ”, kampung adalah tempat tinggal dan ladang adalah tempat bekerja, jadi didalam manusia yang tinggal di kampung itu ibarat manusia yang tinggal di dunia dan senantiasa beramal baik untuk akhirat kelak, kampung atau tempat tinggal yang sebenarnya.

Persatuan dan kesatuan sangat terlihat kuat sekali di kampung tersebut, mungkin itu disebabkan karena sikap penduduk kampung tersebut yang senantiasa menghidupkan dan membiasakan untuk shalat berjamaah di masjid dan merapatkan barisan shalatnya serta kebiasaan saling mengunjungi diantara sesama penduduknya untuk saling menanyakan kabar berita dan sekedar berbicara saling mengingatkan tentang kebesaran Allah AWT atau bisa juga kebiasaan makan dalam satu wadah yang menyatukan hati, sehingga terciptalah persatuan, kesatuan dan rasa persaudaraan yang sebenarnya, bukan hanya tulisan di spanduk – spanduk atau iklan di media massa tetapi ini adalah visualisasi dari tulisan2 tersebut.

Mari kita masuk lebih dalam lagi menyelami kehidupan masyarakat kampung ladang. Sebutlah si Imanuddin, Amaluddin dan Sholehuddin masing – masing dipanggil dengan nama Iman, Amal dan Sholeh. Mereka bertiga adalah cerminan generasi muda kampung ladang dan telah bersahabat sejak dari kecil.

Iman usianya baru 18 tahun, bekerja di rumah seorang pengusaha roti di kampung sebelah, dia bekerja sebagai tenaga pemasaran, yang tugasnya adalah memasarkan roti ke warung – warung dengan menggunakan sepeda motor yang disediakan oleh pimpinannya. Setiap jam 6 pagi Iman bersama lima orang rekannya yang sama – sama bekerja sebagai tenaga pemasaran di tempat itu segera keluar untuk memasarkan roti – roti yang masih hangat.

Amal usianya baru 19 tahun, bekerja sebagai pedagang batagor keliling dengan gerobak dorong. Setiap jam 7 pagi dia sudah mulai keluar rumah untuk menjemput rejeki yang telah ditetapkan Allah SWT kepada dirinya.

Sedangkan si Sholeh bekerja di rumahnya sendiri membantu orangtuanya berjualan di warung sederhana yang menjual keperluan sehari hari buat kebutuhan warga kampung ladang.

Shubuh adalah saat – saat yang dinantikan oleh tiga serangkai Iman, Amal dan Sholeh, karena itu adalah waktu pertama dalam setiap hari untuk berkunjung kerumah Allah untuk berjumpa Allah dalam shalat berjamaah dan tentunya mengingat keutamaan – shalat shubuh berjamaah yang sangat besar sebagaimana sabda nabi SAW
“Barang siapa yang shalat di dua waktu yang sejuk maka dia akan masuk surga.” (al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim beliau bersabda, “Tidak akan dijilat api neraka seseorang yang shalat sebelum Matahari terbit dan sebelum tenggelam.”
Yang dimaksudkan dengan dua waktu yang sejuk adalah waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Bahkan Imam Muslim meletakkan hadis tersebut di dalam bab tentang Keutamaan Shalat Subuh dan Asar.
Allah swt berfirman, “Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (al-Isra’:78)
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, “Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.” (HR al-Bukhari dan Muslim
“Dua raka’at Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR Muslim)

dan juga itu adalah kesempatan mereka untuk berjumpa karena Allah sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

”Sesungguhnya, orang-orang pertama yang akan masuk dan menghirup nikmatnya air telaga Allah SWT kelak pada hari kiamat adalah orang-orang yang sewaktu di dunia saling mencintai karena Allah SWT.” (HR Bukhari-Muslim dari Abu Darda).

Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa salah satu hal yang membuat seseorang pada hari kiamat nanti akan memperoleh naungan Allah SWT adalah mencintai sesama manusia atas dasar cinta kepada Allah SWT. Bertemu dan berpisah, semuanya adalah karena Allah SWT. (HR Bukhari-Muslim).
.
Allah yang menghidupkan dan mematikan, yang maha menjaga dan Allah yang senantiasa memberikan rizqi itu mereka pahami betul, bahwa mereka harus senantiasa bersyukur dan meyakini bahwa kejayaan dan keselamatan di dunia dan akhirat mereka sangat bergantung kepada keridhoan Allah SWT, Bahwa untuk mengarungi dunia ini yang penuh dengan ujian mereka butuh bimbingan dari Allah SWT agar selamat

Seperti biasa selepas shalat shubuh berjamaah diadakan ceramah agama mengenai pentingnya iman dan amal shaleh yang biasa di sampaikan oleh Pak Bayan…………….

Assalammualaikum Wr Wb…Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam, yang mana pada hari ini kita masih diizinkan untuk hadir kerumahNya untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dan Allah telah beri kesempatan kepada kita untuk dapat duduk di majlis yang mulia ini…..saudara – saudara yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. mempunyai malaikat

Bersambung besok>>>>>>

Setiap Perbuatan Pasti Dibalas Oleh Allah SWT

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?
Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?
Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Surah Huud 15 – 17

Dikatakan bahwa pemberian Allah itu hanyalah bergantung kepada kehendak – Nya, tidak seorangpun yang mempunyai kuasa untuk memaksa-Nya. Sa’id Bin Jubair R. A juga memberikan penerangan yang sama mengenai surat Huud ini. Sementara itu Qatadah R. A memberikan penjelasan yang lebih mendalam lagi bahwa Allah SWT memberikan ganjaran atas perbuatan baik mereka di dunia ini sehingga ketika tiba pada hari akhirat, tidak ada satu perbuatan baik pun yang belum dibayarkan ganjarannya. Sedangkan bagi orang – orang mukmin, amala kebaikan mereka ( atas dasar iman ) akan diberi ganjaran di dunia dan akhirat. Keterangan yang sama juga diberikan oleh Mujahid R. A. bahwa ganjaran kebaikan orang – orang kafir akan dibayarkan di dunia.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan

barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. Al Quran AL Zalzalah 7-8

Rasulullah Saw telah menerangkan dengan jelas, jalan mana yang membawa kepada kebaikan dan kemajuan dan jalan mana yang membawa kepada maksiat dan kejatuhan. Orang – orang terdahulu yang shalih telah menaatinya dengan sempurna, sedangkan kita tidak menyadari akan nilai dari p erkataan – perkataan Rasulullah SAW itu dan tidak takut kepada Allah serta tidak berpegang kepada Rasul – Nya SAW. Kita sekarang ini ibarat menanam rumput di ladang tetapi mengharap panen padi. Sedangkan leluhur kita dahulu telah menanam padi dan mereka telah menuai padinya. Bukalah sejarah isalam dan lihatlah dengan mata hati dan cobalah ambil pelajaran darinya.

Umar R. A berkata ” Janganlah kamu merasa bangga karena dipanggil bapak saudara sebelah ibu atau shahabat Rasulullah SAW. Allah SWT tidak menghapuskan kemaksiatan dengan kemaksiatan, gtetapi menghapuskan kemaksiatan dengan kebaikan . Tidak ada hubungan antara Allah dengan hambanya kecuali melalui ibadah kepada – Nya.

Demikianlah saudara saudara yang dimuliakan Allah SWT
Telah kita baca sedikit penjelasan tentang pembalasan semoga kita senantiasa dijadikan orang yang ingat bahwa setiap perbuatan pasti dibalas oleh Allah SWT .

Insya Allah……

Insya Allah

Beberapa penduduk Mekkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, “Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.” Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja “kegagalan” ini menjadi cemoohan kaum kafir.

Saat itulah turun ayat menegur Nabi, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS 18: 24)

Kata “Insya Allah” berarti

“jika Allah menghendaki”. Ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu sedetik ke depan apa yang terjadi dengan kita. Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa manusia punya rencana, Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata “insya Allah” menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan ilahi.

Dari kisah di atas kita tahu bahkan Nabi pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah.

Sayang, sebagian diantara kita sering melupakan peranan dan kekuasaan Allah ketika hendak berencana atau mengerjakan sesuatu. Sebagian diantara kita malah secara keliru mengamalkan kata “insya Allah” sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu. Ketika kita diundang, kita menjawab dengan kata “Insya Allah” bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa tetapi sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangan tersebut. Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata “Insya Allah”. Begitu pula halnya ketika kita berjanji, sering kali kata “insya Allah” keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.

Yang benar adalah, ketika kita diundang atau berjanji pada orang lain, kita ucapkan “insya Allah”, lalu kita berusaha memenuhi undangan ataupun janji itu. Bila tiba-tiba datang halangan seperti sakit, hujan, dan lainnya, kita tidak mampu memenuhi undangan ataupun janji itu, maka disinilah letak kekuasaan Allah. Disinilah baru berlaku makna “insya Allah”.

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

Allah Menolong Hamba-Nya Yang Taat dan Bersabar

Bagaimana Agar setiap langkah kita mulai dari bangun pagi hingga tidur kembali mengundang keridhoan Allah SWT pemilik segala sesuatu yang kita selalu pergunakan (Dunia dan seisinya ). Allah pemilik Alam semesta yang menghidupkan dan mematikan, yang memberi manfaat dan mudharat. Walaupun seluruh manusia dan jin berkumpul bersatu ingin menolong kita maka tak akan terjadi pertolongan itu tanpa bantuan Allah.
Walaupun seluruh makhluk dan jin bersatu untuk mencelakakan kita maka tak akan terjadi tanpa ijin Allah SWT.

Kita ingat kisah Fir’aun, betapa kekuasaan, kerajaan dan kekayaan yang dimilikinya menyebabkan dirinya lupa bahwa dia hanyalah makhluk yang lemah dan tak ada kekuatan apa apa, dia merasa bahwa dialah Tuhan semesta alam yang bisa mengijinkan siapa yang berhak hidup dan siapa yang harus mati, hingga pada akhirnya Allah SWT dengan kasih dan sayangNYA mengutus nabi Musa A.S untuk berdakwah dengan lemah dan lembut mengingatkan siapakah Tuhan yang sesungguhnya agar fir’aun mau sadar, Allah mengutus seorang makhlukNYA yaitu nabi Musa AS yang dengan pandangan kita sebagai makhluk tidak mungkin dapat menjalankan tugas dengan baik apalagi ditambah lisannya yang kurang sempurna, keadaan fisik, kekuasaan, kekuatan dan kekayaannya yang tidak sebanding dengan apa yang akan dihadapinya ( Fir’aun ), tetapi nabi Musa AS adalah utusan Allah yang secara penglihatan biasa tidak memiliki materi apa apa, tetapi Allah SWT bersama nabi Musa. Allah adalah yang menggenggam jiwa2 manusia , semua yang ada dibumi dan di langit tunduk atas perintah-Nya, seluruh makhluk tak ada yang bisa melawan atau lari dari kehendak dan keputusan Allah, dan Nabi Musa pun senantiasa tunduk dan patuh hatinya kepada perintah Allah SWT.

Musa berkata kepada kaumnya:

“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”

Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu”.

Maka Kami kirimkan kepada mereka tofan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Dan ketika mereka ditimpa adzab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan adzab itu daripada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israel pergi bersamamu”.

Maka setelah kami hilangkan adzab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

Al A’Raaf 128 – 137

Demikianlah Allah telah menunjukkan kekuasaan Nya, bahwa Tidak ada Tuhan yang patut disembah, dimintai pertolongan, di yakini dapat memberikan manfaat ataupun bencana, yang dsandari, digantungi, diharapkan kecuali ALLAH AZZA WA JALLA. ALlah tidak tidur, Allah beriri sendiri, tidak beranak dan diperanakkan, Allah mendengar, Allah melihat, Allah sebaik baik perencana

Benda dan makhluk sekuat apapun dalam penglihatan kita tidak menjamin kejayaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.