Cerdas !Mengingat Mati

Sebab Kemenangan

Posted by: adityanurbaskoro on: Juni 6, 2007

Umar ra. telah melantik Atbah bin Ghazwan sebagai panglima perang pasukan Muslimin di dalam peperangan melawan Parsi. Pada ketika itu beliau telah memberikan perintah.
“Senantiasalah menjaga ketaqwaan sedapat-dapatnya. Berhati-hatilah menjalankan keadilan apabila memberi keputusan. Kerjakan sholat pada waktu yang ditentukan dan berzikirlah memuji Allah sebanyak-banyaknya dan selalu”.
Satu ketika terdapat seorang tawanan Romawi di dalam penjagaan orang-orang Islam. Terjadi satu keadaan dimana dia telah dapat meloloskan diri dan lari. Raja Heraklius bertanya kepadanya mengenai keadaan orang-orang Islam dengan mendalamnya supaya seluruh kehidupan mereka nampak jelas dihadapannya. tawanan ini juga melaporkan perkara yang sama dan menerangkan bahwa orang-orang itu adalah ahli ibadat diwaktu malam dan kesatria (da’i) disiang harinya. Orang-orang Islam itu juga tidak mengambil sesuatu walaupun daripada Dhimmi (orang-orang kafir yang dibawah lindungan mereka) tanpa membayar harganya dan apabila mereka berjumpa, mereka memberi dan menjawab salam. Heraklius menjawab dengan cepat dan tajam bahwasanya jikalau laporan itu benar dan tepat, maka mereka akan menjadi raja-raja bagi kerajaan Heraklius.
Heraklius mempunyai jumlah tentera yang sangat banyak sedangkan jumlah orang-orang Islam sangat terbatas. Amr bin al-’As ra. memberitahu Abu Bakar Siddiq ra. mengenai keadaan tersebut. Sebagai jawabannya Abu Bakar ra. menulis:
“Kamu orang-orang Islam tidak akan dapat dikalahkan karena jumlah yang kecil. Kamu pasti dapat dikalahkan walaupun mempunyai jumlah yang banyak melebihi jumlah musuh jikalau kamu terlibat didalam dosa-dosa”.

Al-Baihaqy mentakhrijkan dari jalan Al-Waqidy, dari Abu-Hurairah ra., dia berkata, “Aku ikut dalam perang Mu’tah. Ketika jarak antara kami dan orang-orang musyrik semakin dekat, kami bisa melihat jumlah pasukan yang amat banyak, membawa persenjataan lengkap, tameng, mengenakan pakaian sutra dan perhiasan emas.
Tsabit bin Arqam ra. berkata saat melihatku membelalakkan mata, “Wahai Abu Hurairah, sepertinya engkau sedang melihat pasukan yang besar.”
“Benar”, jawabku.
Dia berkata, “Engkau tidak bergabung bersama kami di Badar. Kami menang saat itu bukan karena jumlah kami yang banyak”.
(Al-Bidayah 4:244, Al-Ishabah 1:190)
Ahmad bin Marwan bin Maliky di dalam Al-Mujalasah, dari Abu Ishaq, dia berkata, “Tidak ada musuh yang bertahan lama jika berperang melawan para sahabat.
Ketika Heraklius tiba di Anthokia setelah pasukan Romawi dikalahkan pasukan Muslimin, dia bertanya, “Beritahukan kepadaku tentang orang-orang yang menjadi lawan kalian dalam peperangan. Bukankah mereka manusia seperti kalian?”
Mereka menjawab, “Ya”.
“Apakah kalian yang lebih banyak jumlahnya ataukah mereka?”
“Kamilah yang lebih banyak jumlahnya dimanapun kami saling berhadapan”.
“Lalu mengapa kalian bisa dikalahkan?”
Seseorang yang dianggap paling tua menjawab, “Karena mereka biasa shalat di malam hari, berpuasa di siang hari, menepati janji, menyuruh kepada kebajikan, mencegah dari kemungkaran dan saling berbuat adil di antara sesamanya. Sementara kami suka minum arak, berzina, melakukan hal-hal yang haram, melanggar janji, suka marah, berbuat semena-mena, menyuruh kepada kebencian, melarang hal-hal yang diridhai Allah dan berbuat kerusakan di bumi”.
Heraklius berkata, “Engkau membuatku percaya”.
(Al-Bidayah 7:15, Ibnu Asakir 1:143

Tinggalkan Balasan

a

Blog Stats

  • 3,200 hits

From Mai Fren: Abu

"Duniate nao ka dayya, Akhirate kandayyona... Duniate nao ka dayya, Jahanname kandayyona.( Dunia ini tempat menangis, biarlah kita menangis didunia asalkan jangan menangis di akherat. Dunia ini memang tempat menangis asal jngan menangis lagi di neraka"

from : Buya Najla

Wahai Istriku Jika Aku Pergi Nanti Untuk Berjuang Di Jalan Alloh Kau Akan Temui Rumah Kita Akan Kosong, Maafkan Aku Yang Tak Bisa Membelikan Engkau Benda Benda Dunia, Tapi Kuharap Engkau Rela Asalkan Rumah Rumah Orang ISlam Penuh Dgn Nur Iman Dengan Asbab Keluarnya Aku Di Jalan Alloh

from : Buya Najla

Sibukkanlah Umurmu untuk perkara agama atau engkau akan sibuk juga tapi bukan untuk perkara agama

from : Buya Najla

Kesusahan Di Dunia Untuk Agama adalah Kesenangan Di Akherat Yang Selama2nya

From : Firdaus Herliansyah

"Hiduplah untuk mencari ridho Alloh, kawan-kawanku. Dunia hanyalah fatamorgana sesaat saja. Akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya. Dan hanya Alloh lah sebaik-baik tempat kembali"

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Halaman

 

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930