Pertolongan yang tak disangka

Based On True Story 1

Saya mendapatkan cerita ini langsung dari teman yang bisa dipercaya mengenai pengalaman hidupnya.

Begini ceritanya……….

Beberapa tahun belakangan ini ayahnya yang tercinta menderita sakit, kedua kaki ayahnya tidak bisa digunakan untuk berjalan. Dokter dan ahli medis lainnya telah dikunjungi untuk bisa mengatasi penyakit ayahnya ini dengan harapan ayahnya bisa berjalan kembali, tak lupa doa dan tangis pun ikut mewarnai kehidupannya.

Waktu tak terus berjalan kurang lebih 3 minggu yang lalu tak disangka teman saya ini mendapat telepon dari ibunya yang menyatakan bahwa ternyata ayahnya

bisa berjalan kembali….Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah………………..

Ketika telah berbagai usaha telah dilakukan dan tak membawa hasil dan ketika semua keluarga telah memasrahkan segala urusan kepada Allah penggenggam jiwa ayahnya,
Allah mengangkat penyakitnya. Allah menyembuhkan ketika segala usaha terhenti secara fisik dan jiwa. Fisik tak melakukan apa apa dan jiwa tidak berharapa kepada siapa siapa kecuali ALLAH SWT.

[26.77] karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam,

[26.78] (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,

[26.79] dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,

[26.80] dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

[26.81] dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

[26.82] dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”.

ASY SYU’ARAA’

Kejadian ini diceritakan dengan keharuan yang amat sangat dan membuat semua yang mendengar mengagungkan Allah SWT.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari cerita diatas mengenai kekuasaan Allah
Agar kita menggantungkan selalu hati kita berharap hanya kepada Allah pemilik langit dan bumi

Kita murnikan ketaatan kita kepada Allah apabila kita dalam kesulitan tetapi jangan lupakan Allah ketika Allah telah selamatkan kita

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),( Al Ankaabut 65 )

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

[26.84] dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,

[26.85] dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni’matan,

[26.86] dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

[26.87] dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

[26.88] (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

[26.89] kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

[26.90] dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,

[26.91] dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”,

[26.92] dan dikatakan kepada mereka: “Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah (nya)

[26.93] selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?”

[26.94] Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,

[26.95] dan bala tentara iblis semuanya.

[26.96] Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:

[26.97] “demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,

[26.98] karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam”.

[26.99] Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.

[26.100] Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun,

[26.101] dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,

[26.102] maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.

[26.103] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

[26.104] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Muzakaroh 6 Sifat Shahabat

Taken from: http://pendawa5.multiply.com/journal/item/7

Thanx Dede Shulton

Muqoddimah

* Allah SWT meletakkan kejayaan didunia dan diakhirat dalam agama yang sempurna seperti yang dibawa Rosulullah SAW.

* Umat Islam pada zaman ini belum ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna.

* Para Shahabat R.A. telah dapat mengamalkan agama yang sempurna karena memiliki 6 sifat.

* Umat Islam pada zaman sekarang pun akan ada kekuatan untuk mengamalkan agama sempurna bila memiliki 6 sifat

Apakah 6 sifat itu ?

1. Yakin terhadap kalimah Thoyyibah Laailaaha Illallah MuhammadurRasulullah.

Laa ilaaha illallah Muhammadurrosulullah

Artinya :

Tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT dan Baginda Muhammad SAW adalah utusan Allah

Laa ilaaha illallah

Maksudnya:

Mengeluarkan keyakinan kepada makhluk dari dalam hati kita dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah SWT dalam hati kita.
Fadhilahnya:

a. Barangsiapa yang mati sedangkan ia yakin bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT maka dijamin masuk surga.

b. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT dan hatinya membenarkan lisannya maka ia masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

c. Sekecil-kecil iman Allah SWT akan memberikan surga yang luasnya sepuluh kali dunia.
Cara mendapatkannya:

a. Mendakwahkan pentingnya iman.

b. Latihan iman, dengan membentuk halaqah iman.

c. Berdoa agar diberi hakikat iman

Muhammadurrosulullah

Maksudnya:

Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti cara hidup Rosulullah SAW.
Fadhilahnya:

a. Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku adalah utusan Allah SWT.

b. Barang siapa yang berpegang teguh pada sunnahku dikala rusak umatku akan mendapat pahala 100 orang mati syahid.

c. Barang siapa yang menghidupkan sunnahku sungguh cinta kepadaku, barang siapa cinta kepadaku akan bersamaku di dalam surga.

Cara mendapatkannya:

a. Mendakwahkan pentingnya sunnah-sunnah Rosulullah SAW.

b. Latihan mengamalkan sunnah-sunnah Rosulullah SAW dalam 24 jam.

c. Berdo’a agar diberi hakikat Muhammadurrosulullah.

2. Sholat Khusyu Wal Khudu

Artinya:

Sholat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rosulullah SAW.

Maksudnya:

Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah SWT dalam sholat kedalam kehidupan sehari-hari.
Fadhilahnya:

a. Firman Allah : Sesungguhnya sholat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

b. Firman Allah : Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.

c. Sholat adalah mi’rojnya orang yang beriman.

Cara mendapatkannya:

a. Mendakwahkan pentingnya sholat khusyu dan khudhu

b. Latihan :

* Memperbaiki zahirnya sholat : istinja, wudhu, rukunya dan sebagainya.

* Menghadirkan keagungan Allah SWT dalam hati.

* Belajar menyelesaikan masalah dengan sholat.

c. Berdo’a agar diberi hakikat sholat khusyu dan khudhu

3. Ilmu maadzikir

Ilmu

Artinya:

Semua petunjuk yang datang dari Allah SWT melalui Baginda Rosulullah SAW.

DZikir

Artinya:

Mengingat Allah SWT sebagaimana Agung-nya Allah SWT

Maksud ilmu maadzikir :

Mengamalkan perintah-perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah kedalam hati kita ikut cara Rosulullah SAW.

Fadhilah ilmu :

a. Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah SWT akan fahamkan dia dengan agama.

b. Barang siapa yang berjalan ke majelis ilmu maka Allah SWT akan mudahkan baginya jalan ke surga.

c. Barang siapa yang mempelajari satu ayat dari kitab Allah maka lebih baik daripada sholat sunnah 100 rakaat dan barang siapa mempelajari satu bab ilmu agama baik diamalkan atau tidak lebih baik daripada ibadah sholat sunnah 1000 rakaat.
Fadhilah Zikir:

a. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.

b. Dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tenang.

c. Ingatlah kepadaKu niscaya Aku ingat kepadamu.
Cara mendapatkan ilmu fadhail:

a. Mendakwahkan pentingnya ilmu fadhail

b. Latihan :

* Duduk dalam halaqah ta’lim fadhail.

* Menghadirkan fadhilah dalam beramal.

* Mengajak orang lain duduk ke dalam halaqah ta’lim fadhail di masjid.

c. Berdo’a pada Allah SWT
Cara mendapatkan ilmu matsail:

a. Mendakwahkan kepentingan matsail

b. Latihan :

- Duduk dalam majelis matsail dengan para ulama.

- Tanya masalah-masalah dunia atau agama.

- Berziarah para ulama.

c. Berdo’a kepada Allah SWT
Cara mendapatkan dzikir:

a. Kita dakwahkan kepentingan dzikir

b. Latihan :

* Baca Qur’an setiap hari

* Membaca tasbihat, sholawat dan istighfar. Ketika baca tasbihat hadirkan Allah Maha Suci. Ketika baca sholawat hadirkan jasa-jasa Nabi. Ketika baca istighfar hadirkan Allah Maha Pengampun.

* Mengamalkan do’a-do’a masnunah

c. Berdo’a pada Allah SWT.

4. Ikromul muslimin

Artinya:

Memuliakan sesama muslim

Maksudnya:

Menunaikan hak-hak sesama muslim tanpa menuntut hak dari padanya.

Fadhilahnya:

a. Allah SWT akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.

b. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya didunia dan akhirat, tetapi barang siapa yang membuka aib saudaranya maka Allah akan membuka aibnya didunia dan akhirat sehingga dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.

c. Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.
Cara mendapatkannya:

a. Kita dakwahkan kepentingan ikromul muslimin

b. Latihan :

* Memberi salam kepada orang yang dikenal atau tidak dikenal

* Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan pada ulama dan menghargai sesama.

* Membaur kepada orang yang wataknya berbeda-beda (tidak disukai).

c. Do’a pada Allah SWT agar diberi akhlak Rosulullah SAW.

5. Tashihunniyah

Artinya:

Membersihkan niat

Maksudnya:

Membersihkan niat dalam setiap beramal semata-mata karena Allah.

Fadhilahnya:

a. Sesungguhnya amal yang diterima Allah adalah yang berdasarkan ikhlas.

b. Sesungguhnya Allah SWT tidak memandang kepada wajahmu dan hartamu, tetapi Allah memandang kepada hatimu dan amal perbuatanmu.

c. Ketika Muadz bin Jabal R.A diutus ke Yaman sebagai hakim beliau meminta nasihat kepada Rosulullah SAW. Kemudian Rosulullah SAW bersabda : “Dalam setiap amalanmu, jagalah keikhlasan, karena keikhlasan itu akan menambah pahala kebaikanmu walaupun amalan itu sedikit”.
Cara mendapatkannya:

a. Kita dakwahkan pentingnya tashihunniyah

b. Latihan : Sebelum beramal diperiksa, ketika beramal dan sesudah beramal kita bersihkan semata-mata karena Allah.

c. Berdo’a kepada Allah SWT agar diberi hakikat tashihunniyah

6. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah

Dakwah

Artinya: Mengajak

Tabligh

Artinya: Menyampaikan

Maksudnya:

a. Memperbaiki diri yaitu menggunakan diri, harta dan waktu seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT.

b. Menghidupkan agama pada diri sendiri dan semua manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.

Fadhilahnya:

a. Tidak ada perkataan yang paling baik di sisi Allah SWT kecuali perkataan dakwah.

b. Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan ia akan mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya.

c. Barang siapa keluar di jalan Allah SWT sepagi atau sepetang lebih baik daripada mendapatkan keuntungan dunia dan seisinya.

Cara mendapatkannya:

a. Kita dakwahkan

b. Latihan : Minimal dalam seumur hidup 4 bulan, 40 hari dalam setiap tahun, 3 hari dalam setiap bulan, dan 2,5 jam dalam setiap hari.

c. Berdo’a kepada Allah SWT agar diberi sifat dakwah dan tabligh yaitu menggunakan diri harta dan waktu untuk dakwah dan tabligh