Allah Tempat Bergantung Seluruh Makhluk

FROM : CHANDRA KURNIAWAN

Ingatlah Allah agar hatimu menjadi tentram. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Jika engkau mengingat-Nya, Dia akan mengingatmu. Jika engkau berlari menuju-Nya, Dia akan berlari menujumu. Jika engkau mengenal-Nya, khazanah ilmu pengetahuan akan terbuka untukmu. Ketika engkau merasa dirimu penuh dosa, mohon ampunlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampunimu. Jika engkau berjalan, basahi lisanmu dengan menyebut nama-Nya karena Dia tidak pernah lupa memberimu banyak kenikmatan.

Para mudzakirin hatinya penuh dengan cahaya, sehingga kemudian jalan yang benar itu terlihat sangat jelas. Allah akan mengajari orang-orang yang bertakwa melalui ilham yang disusupkan ke dalam hati dan pikiran. Engkau lihat ada orang yang minim ilmu namun dapat memanfaatkan ilmunya dengan sebaik mungkin. Sedangkan ada orang yang kaya ilmu, namun ilmu itu tidak membawa manfaat untuk dirinya. Allah telah memberikan keberkahan pada orang pertama dan tidak memberikannya pada orang kedua. Para mujahid di Palestina mampu membuat persenjataan dan roket yang canggih, padahal kemampuan dan ilmu mereka sangat terbatas. Apalagi mereka hidup dalam tekanan penjajah Israel. Darimanakah kekuatan itu datangnya kalau bukan dari Allah Yang Maha Melihat?

Bagi orang yang bertakwa harta yang sedikit terasa banyak. Namun bagi orang fasik harta yang banyak terasa sedikit; dia selalu merasa kekurangan dengan nikmat yang ada. Bagi orang yang bertakwa ilmu yang sedikit menyelamatkannya. Namun bagi orang fasik ilmu yang banyak malah menjerumuskannya pada kebinasaan. Orang-orang yang bertakwa terlihat dari wajahnya yang cerah dan khusyu, tenang, mata yang syahdu, ucapan yang berbobot, dan sikapnya yang optimis. Semua itu terjadi karena ia hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung. Jika memohon pertolongan, dia memohon pertolongan kepada-Nya. Jika memohon ampunan, dia memohon ampunan kepada-Nya.

Ya Allah….

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa memohon kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.

Di antara doa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, yang artinya: “Ya Alloh, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.” (HR: Muslim)

Di antara doa beliau yang lain adalah, yang artinya: “Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” (HR: Abu Daud)

Demikian pula doa berikut ini: “Ya Alloh, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR: At-Tirmidzi)
Di antara permohonan beliau kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Ya Alloh, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Ya Allah, betapa mengerikan keadaan kubur, hisab & jahanam,

Ya Allah begitu banyak kesalahan dan kekurangan hamba, puluhan tahun sudah Kau beri kesempatan hamba untuk hidup di dunia ini, Kau beri makan, minum, pakaian, kesenangan, ilmu pengetahuan, Kau kabulkan doa doa hamba, tetapi sungguh sedikit hamba bersyukur, sering hamba lupa bahwa Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Mendengar, Engkau yang memberikan kebahagiaan,……..

Engkau yang Menolong disaat kesulitan, Engkau yang telah menyelamatkan hamba dari orang orang zalim yang hendak berbuat jahat, dimana tak ada satupun orang yang kukenal dan tak kukenal menolong, bahkan mereka tak tahu hamba berada dalam kesulitan……

Engkau yang senantiasa mendengar doa doa dan setiap curahan hati hamba, Engkau yang selalu siap menerima setiap kesedihan dan jeritan hati ini kapanpun, bahkan ketika semua makhlukmu tertidur lelap,……..

Engkau lah yang senantiasa menguraikan setiap masalah yang terkadang datang disebabkan kebodohan dan kelalaian hamba, Engkau maha lembut, Engkau Maha Pengasih dan penyayang, ………

Ya Allah Engkau selalu memberikan kenikmatan dunia ini baik yang hamba pinta, yang belum hamba pinta maupun yang baru terbersit di hati, padahal hambamu ini tak jera jera berbuat dosa dan maksiat kepadamu, Ya RAbb pandanglah hamba dengan pandangan kasih sayang MU, bimbinglah hamba yang lemah ini dengan kasih sayang MU ya Allah, Tetapkanlah hati ini agara selalu dalam agama MU yang lurus ya Allah……….

Allah Penguasa Alam Semesta

Allahlah pemilik segala galanya, yang dilangit maupun dibumi, bumi beserta isinya : Manusia, jin, binatang, air, tanah, udara, angin, api, dan seluruh benda yang terlihat maupun tidak terlihat adalah milik Allah.

Baju yang kita pakai, harta, isteri, anak, rumah, dan segala kesenangan kita adalah milik Allah, adalah hak Allah untuk mengambil kembali apa yang telah diberikanNya dan apa yang menjadi miliknya, semua datang dari Allah karena Maha Pengasih dan PenyayangNya. Allah yang menciptakan, Allah yang menghidupkan dan mematikan, Allah pula yang memberikan kesempatan, kesenangan kepada kita, keturunan yang lucu dan baik yang selalu tersenyum dan tertawa ketika melihat kita maka Allah pula yang mampu menarik kembali apa apa yang menjadi milikNya dan kita makhluk tak kuasa apa apa, tidak bisa menahan atau memundurkan, yang kita bisa hanyalah berdoa merendahkan diri serendah rendahnya dan mengharap seharap harapnya kepada Allah yang memiliki setiap keputusan.

Makhluk tak kuasa apa apa, segala daya upaya dan rencana tak akan berjalan tanpa izin Allah SWT. Semua datang dari Allah, Allah maha kaya, maka hanya kepada Allah kita meminta dan memohon. Allah yang maha mendengar dan mengabulkan do’a. Semua ada ditangan Allah. Tiada makhluk yang sanggup mendengarkan kemudian mengabulkan atau menghadirkan atau menyelesaikan keluhan dan harapan dari sesama makhluk, makhluk punya kebutuhan dan keinginan untuk didengar dan diberi, Hanya Allah yang tak menginginkan sesuatupun dari makhluk yang tak berkurang dan bertambah kekuasaannya walupun seluruh makhluk mendurhakainya.

Allah lah yang selalu memberi dan memberi, semua ikan yang ada dilaut, manusia , jin dan seluruh binatang melata yang terlihat maupun tidak terlihat rezekinya diatur oleh Allah SWT. Allah memiliki malaikat malaikat yang patuh dan tak pernah melanggar dari apa yang telah diperintahkannya, ada malaikat yang selalu memuji Allah, yang menjaga gunung, langit, mengantarkan rezeki, menyampaikan wahyu, membantu berperang dalam menegakkan kalimat Allah., mencatat amal baik dan buruk. Semua bekerja tanpa ada yang salah.

Masya Allah!

( EDISI REVISI : MASYA ALLAH! )

Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya untuk Allah, Allah maha pengatur dan maha menyelamatkan dan Allah maha penjaga .

Seringkali kita dihadapkan pada suasana yang genting, dimana karena hal yang sepele saja, bisa kita pusing tujuh keliling dibuatnya tapi dengan pertolongan dan bantuan Allah SWT maka selesai sudah permasalahan, serumit apapun.

Ada kejadian kecil hari ini Rabu 02 Mei 2007, kemarin saya dititipkan data bukti pembayaran untuk diinput, tetapi karena banyaknya hal yang harus dikerjakan pada hari itu membuat saya lalai tidak menyimpan berkas tersebut, nah, besok siangnya datang teman saya yang menitipkan berkas tersebut menanyakan apakah berkas tersebut sudah diinput apa belum? Ketika saya cek ternyata belum dan berkas tersebut tidak tahu saya taruh dimana, “Ya Allah berarti saya harus mencari di sekian banyak kertas yang bertebaran………..Cuma selang beberapa detik tiba tiba teman saya berteriak setengah bersemangat “ nah nih dia nih kertasnya!” Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan dimana kertas tersebut berada sehingga tidak menimbulkan gesekan negative antara saya dan teman apabila kertas itu hilang.

Wel mai frens, Kejadian kejadian kayak gitu sering kali terjadi kepada kita sehingga membuat kita semakin merasakan keberadaan Allah yang dengan izin NYA segala sesuatu dapat terjadi. Bagaimana kita rasakan disaat saat genting kita benar benar berharap kepada Allah SWT yang ada dalam genggamanNYA tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi serta seluruh alam semesta ini, yang hidup dan matinya seseorang berada dalam genggamnNYA, betapa senang hati kita disaat impian ataupun harapan itu dikabulkan dengan cepat.

Tuan2 yang dimuliakan Allah SWT insya Allah kita pasang niat dalam hati untuk berbuat sebagaimana Allah SWT berbuat baik kepada kita, kita banyak memberi kepada sesama manusia , kepada yang membutuhkan dan yang dia tidak bisa membalas memberikan seperti yang kita berikan, mereka hanya mampu menangis dan berdoa kepada Allah SWT semoga Allah membalas perbuatan kita, ini dapat pula melatih jiwa kita untuk tidak berharap kepada makhluk dan hanya berharap kepada balasan dari Allah Azza Wa Jalla.
Sekedar renungan, bagaimana mungkin kalau kita ingat ingat pada saat sholat kok bisa bisanya kita memikirkan urusan urusan atau masalah masalah kita yang belum selesai di dunia ini, padahal kita sedang menghadap Allah Tuhan semesta Alam yang memerintahkan untuk sholat dengan khusyuk hanya menghadapkan wajah kita kepadaNYA , padahal dengan melupakan segala urusan kita dan hanya konsentrasi maka kita akan dekat dengan Allah dan kalau sudah dekat maka urusan apalagi yang sulit? Padahal segala macam urusan hanya dapat mudah atau sulit tergantung pada Allah, tidak ada yang mampu memberikan manfaat atau mudharat kecuali hanya Allah, walaupun seluruh jin dan manusia bersatu untuk menghancurkan kita maka tanpa izin Allah maka tak akan terjadi apa apa, tapi walupun hanya seekor nyamuk yang pincang itu bisa membahayakan jiwa kita hanya dengan izin dan perintah Allah SWT, bukankah Allah yang telah membelah lautan buat nabi Musa AS, bukankah Allah yang telah membuat api menjadi dingin buat Nabi Ibrahim AS, dan banyak lagi tanda tanda kekuasaanNYA, kita ingat bagaimana Allah mampu menciptakan makhluknya yang mampu menyembuhkan dan menghidupkan yaitu nabi Isa As maka pencipta nabi Isa AS itu tentunya lebih hebat dari ciptaanNYA, Allah mampu membuat udara atau oksigen yang tidak kelihatan maka tentunya Allah pun mampu untuk nampak di akhirat nanti dan tidak nampak di dunia, untuk menguji hamba hambaNYA.Allah.

Tujuan Akhir

Memberikan atau berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain memberikan efek atau rasa yang luarbiasa kepada jiwa kita. Waktu demi waktu berjalan, berbagai kelakuan yang buruk atau baik mulai dari kecil sampai sekarang sering kita lakukan, baik yang disadari atau tidak. Efek dari setiap perbuatan yang dilakukan pun sering terasa sekali pada kondisi kejiwaan kita. Apabila perbuatan yang baik ataupun bermanfaat dan tidak merugikan orang lain kita lakukan maka akan menimbulkan sebuah kekuatan dan kepercayaan diri yang luarbiasa kepada kita, seolah olah seluruh dunia bersahabat dan berbuat baik pada kita, membuat kita tidak ragu untuk melangkah menghadapi dunia ini. Tentunya untuk mendapatkan efek yang luar biasa ini, maka perbuatan baik yang kita lakukan ini harusnya berasal dari sesuatu yang baik juga dan bukan berasal dari yang buruk, contohnya, apabila kita memberikan uang kepada orang lain itu harusnya berasal dari hasil kerja keras kita seharian atau berasal dari pemberian orang lain yang diberikan kepada kita dengan ikhlas yang kemudian kita salurkan kembali kepada orang lain dengan ikhlas pula hanya mengharapkan supaya Allah SWT ridho dan senang kepada kita sehingga kedekatan kita kepada Allah pun akan bertambah. Lantas bagaimana apabila kita ini termasuk kedalam golongan yang tidak punya materi yang bisa kita berikan kepada orang lain, kita diberikan Allah SWT mata, tangan, mulut, telinga, akal, hati, kaki, pikiran dan banyak lagi yang telah Allah berikan kepada kita yang bisa kita pergunakan untuk memberikan yang terbaik untuk sesama makhluk Allah misalnya: kita bisa tersenyum kepada sesama manusia, kita bisa memberikan kata kata yang baik, perhatian, mendengarkan orang yang ingin berbagi, menjawab pertanyaan orang yang sedang mencari jawaban, membantu membawakan sesuatu, memberi salam, menyingkirkan duri/ paku dijalan dan banyak lagi yang bisa kita lakukan, atau minimal kita jangan berbuat sesuatu yang merugikan orang lain. Setiap orang diberikan kelebihan oleh Allah SWT yang tidak diberikan kepada semua, terkadang si fulan diberikan kelebihan berupa harta, si fulan b diberikan kelebihan ilmu, si fulan c diberikan kelebihan tenaga dan sebagainya, yang semuanya itu diberikan kepada kita untuk bekal kita agar bisa dipergunakan untuk berbuat baik di dunia, yang nantinya semua perbuatan itu akan diperhitungkan dan membawa manfaat di akhirat kelak. Semua perbuatan baik yang kita lakukan itu adalah pengiring setelah kita melakukan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT seperti Shalat lima waktu, puasa, membaca Al Qur’an dan berbagai macam kewajiban yang diberikan kepada kita. Sebuah bangunan yang besar dan bertembok kokoh disertai pengamanan yang kuat tapi sipemilik bangunan ini tidak memberikan manfaat kepada sekitarnya maka itu sama saja dengan sebuah bangunan yang lemah dan tidak memiliki penjaga, apalah artinya sebuah tembok yang kokoh dan pengamanan yang kuat apabila diserang oleh ratusan atau ribuan orang dengan kebencian, tapi apabila bangunan yang sederhana tapi sipemilik memberikan banyak manfaat dan tidak merugikan orang lain maka sekelilingnya ribuan orang bahkan tak terhinggalah yang menjadi penjaganya yang rela menjaga dengan dasar kasih sayang, maka akan menjadi kokoh dan kuatlah bangunan itu lebih kuat dari penampilannya. Bagaimana Rasulullah SAW berusaha membangun pertama kali jiwa manusia dengan keyakinan kepada Allah SWT, bahwa Allah SWT adalah satu, Allah tempat bergantung dan tempat memohon. Allah tidak beranak dan tidak pula memperanakkan, Allah SWT berbeda dengan makhluk, tidak ada yang serupa dengan Allah SWT, bahwa ditangan Allah segala sesuatu yang terjadi, Allah yang memberi manfaat dan memberi mudharat, demikianlah dibuat manusia ini lebih kuat daripada bangunan-bangunan dengan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam. Manusia manusia ini adalah para shahabat yang diridhoi oleh Allah, mereka menjadi benteng pertahanan yang kuat yang senantiasa rela mengorbankan harta, diri, waktu bahkan jiwa mereka untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam, menembus ruang dan waktu, menyebar keseluruh penjuru dunia dan terus menembus waktu hingga 1400 tahun lebih bekas yang mereka tinggalkan, Dashyatnya hari akhir dan janji janji Allah SWT akan surga dan ancaman Allah akan neraka, serta rasa kasih sayang, fikir dan risau mereka kepada sesama umat manusia agar selamat dari bencana dan azab Allah, agar semua mengenal Allah SWT mengenal Nabi Muhammad SAW, dan agar rahmat Allah tersebar keseluruh alam inilah yang membuat mereka bergerak dan berkorban sampai datang keputusan Allah, yaitu kematian, awal dari kehidupan abadi, kehidupan yang berisi pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan di dunia, kita akan merasakan semua perbuatan yang kita lakukan di dunia dimana hanya ada dua pilihan yang disediakan nanti, Surga dan neraka. Pilihan itu bisa kita pilih sekarang di dunia, yaitu dengan terus terus memperbaiki iman kita, yakin kita kepada Allah dan meningkatkan amalan baik kita. Kita niatkan diri kita untuk terus dan terus memperbaiki diri, kita ambil waktu sebentar buat merenung dan memikirkan mana perbuatan-perbuatan buruk kita yang harus kita tinggalkan dan kita ganti dengan perbuatan-perbuatan baik. Saya niat insya Allah bagaimana dengan tuan2?.